DOA UNTUK KEDUA ORANG TUAKU
Teruntuk yang tercinta kedua orang
tuaku, dua makhluk terhebat yang sangat berperan didalam kehidupanku
hingga saat ini. Kasih sayangnya tak tergantikan dan takkan pernah bisa
dibeli dengan apapun, karena mereka begitu tulus mencintai bahkan disaat
mereka belum melihat wujudku.
Ibuku bidadariku, seseorang yang
mengandungku dan menjaga kesehatan kandungannya demi menanti hari
kelahiran buah hatinya ke dunia. Ketika pertama kali tangisanku
terdengar, sungguh tak mudah ibuku untuk berjuang sehingga aku pun mampu
terlahir ke dunia ini. Ibuku, mempertaruhkan nyawanya ketika
melahirkanku, tetesan keringat dan tenaga yang terkuras berganti senyum
kebahagiaan tatkala buah hatinya memperlihatkan jasadnya dihadapannya
selama sembilan bulan hanyalah bisa dirasakan dengan naluri dan hatinya
bahwa aku hidup didalam janinnya.
Ayahku pahlawanku, jasanya tak bisa
dilepaskan pula dari semua itu, bagaimana dia melangkahkan kaki untuk
pergi demi tugasnya dan kembali kerumah demi cintanya dan bahkan ketika
dia belum menyentuh ragaku di pangkuannya. Dia menafkahi istrinya, ikut
menjaganya dan membantu meringankan tugas dirumah ketika sang istri
sedang mengandung buah hatinya.
Hari berganti dan waktu pun telah
banyak yang terlewati, ketika aku mulai tumbuh mungkin sudah terlalu
banyak membebani mereka dengan tangisan yang berarti sebuah permintaan
yang selalu saja mereka lturuti demi kebahagiaanku. Mereka rela
terbangun dari tidurnya dan melawan rasa kantuk dengan tetap melayani
keinginan bayi kecilnya dengan segala cara sehingga berhenti menangis,
bahkan ketika malam yang seharusnya menjadikan mereka istirahat dengan
tenang.
Ketika melewati masa remaja dan hingga menjadi dewasa
sekarang ini, kebutuhan hidup bertambah dan tanggung jawab mereka pun
semakin berat. Sungguh besar jasa mereka untukku, tapi terkadang aku tak
pernah menyadari bahwa sudah terlalu banyak sikapku yang melukai hati
kedua orang tuaku. Mereka sungguh mulia, sebesar apapun kesalahanku
tetap saja mereka membuka pintu hatinya untuk memaafkanku.
Wahai ayah
dan ibuku, ada da tiadamu takkan menghentikan kerinduanku terhadap
kalian. Aku hanya bisa persembahkan doa agar kalian selalu dikasihi
oleh sang Maha Pengasih, sebagaimana kalian telah mendidikku sewaktu
kecil. Percayalah, dalam hatiku selalu berkata bahwa Aku menyayangi
kalian hingga kapanpun meskipun hanya kulakukan dengan cara yang mungkin
tak berbanding dengan besarnya jasa kalian terhadapku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar