Kamis, 30 April 2015

DOA UNTUK ORANG TUAKU

DOA UNTUK KEDUA ORANG TUAKU
Teruntuk yang tercinta kedua orang tuaku, dua makhluk terhebat yang sangat berperan didalam kehidupanku hingga saat ini. Kasih sayangnya tak tergantikan dan takkan pernah bisa dibeli dengan apapun, karena mereka begitu tulus mencintai bahkan disaat mereka belum melihat wujudku.
Ibuku bidadariku, seseorang yang mengandungku dan menjaga kesehatan kandungannya demi menanti hari kelahiran buah hatinya ke dunia. Ketika pertama kali tangisanku terdengar, sungguh tak mudah ibuku untuk berjuang sehingga aku pun mampu terlahir ke dunia ini. Ibuku, mempertaruhkan nyawanya ketika melahirkanku, tetesan keringat dan tenaga yang terkuras berganti senyum kebahagiaan tatkala buah hatinya memperlihatkan jasadnya dihadapannya selama sembilan bulan hanyalah bisa dirasakan dengan naluri dan hatinya bahwa aku hidup didalam janinnya.
Ayahku pahlawanku, jasanya tak bisa dilepaskan pula dari semua itu, bagaimana dia melangkahkan kaki untuk pergi demi tugasnya dan kembali kerumah demi cintanya dan bahkan ketika dia belum menyentuh ragaku di pangkuannya. Dia menafkahi istrinya, ikut menjaganya dan membantu meringankan tugas dirumah ketika sang istri sedang mengandung buah hatinya.
Hari berganti dan waktu pun telah banyak yang terlewati, ketika aku mulai tumbuh mungkin sudah terlalu banyak membebani mereka dengan tangisan yang berarti sebuah permintaan yang selalu saja mereka lturuti demi kebahagiaanku. Mereka rela terbangun dari tidurnya dan melawan rasa kantuk dengan tetap melayani keinginan bayi kecilnya dengan segala cara sehingga berhenti menangis, bahkan ketika malam yang seharusnya menjadikan mereka istirahat dengan tenang.
Ketika melewati masa remaja dan hingga menjadi dewasa sekarang ini, kebutuhan hidup bertambah dan tanggung jawab mereka pun semakin berat. Sungguh besar jasa mereka untukku, tapi terkadang aku tak pernah menyadari bahwa sudah terlalu banyak sikapku yang melukai hati kedua orang tuaku. Mereka sungguh mulia, sebesar apapun kesalahanku tetap saja mereka membuka pintu hatinya untuk memaafkanku.
Wahai ayah dan ibuku, ada da tiadamu takkan menghentikan kerinduanku terhadap kalian. Aku hanya bisa persembahkan doa agar kalian selalu  dikasihi oleh sang Maha Pengasih,  sebagaimana kalian telah mendidikku sewaktu kecil. Percayalah, dalam hatiku selalu berkata bahwa Aku menyayangi kalian hingga kapanpun meskipun hanya kulakukan dengan cara yang mungkin tak berbanding dengan besarnya jasa kalian terhadapku.